Saya mempunyai keyakinan bahwa cukup besar jumlahnya orang yang mengetahui pohon padi, tapi hanya sekedar mengetahui ini pohon padi. dan kalau ditanya lebih lanjut ya pasti menjawab buahnya bernama beras akan tetapi saya tidak yakin kalau banyak yang bisa cerita darimana asal bekatul yang sebenarnya berada pada padi itu.
Ini adalah pohon padi yang hampir waktunya dipanen yang penanamannya harus dilakukan di sawah beririgasi artinya terdapat air yang cukup untuk kehidupan padi. Untuk jenis padi yang ada sekarang rata-rata 3 bulan sudah bisa dipanen dengan menghasilkan gabah. Padi jelas banyak manfaatnya mulai dari batangnya sampai kulit padinya dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Sedangkan berasnya dikonsumsi manusia setelah melalu proses pembersihan kulitnya sehingga tinggal biji padinya yang tampak putih bersih. Padi yang putih bersih adalah padi yang miskin gizi dan vitamin yang ada tinggal karbohidrat saja. Bekatul yang menempel pada biji padi diambil dan dipergunakan untuk keperluan lain seperti pakan ternak, sebagian ada yang dipakai utuk campuran tempe, atau juga untuk dibuat bahan baku makan. Namun nampaknya yang paling banyak adalah dipergunakan untuk pakan ternak.
Setelah padi ini dipanen makan buliran padi kemudian dirontokkan dan dijemur. Jika sudah mencapai tingkat kekeringan tertentu maka gabah ini dislep dengan mesin untuk mendapatkan beras yang putih. Biasanya atau rata beras yang dihasilkan perkuintal gabah sebesar 60 kg beras putih dan sisanya yang 40 kg berupa brambut/skam, dedak dan bekatul. Biasanya operator slep ada yang bersedia hanya diupah dengan brambut/skam, dedak dan bekatulnya saja tanpa ada transaksi uang tunai.
Namun dalan dunia perdagangan dapat dijual dalam bentuk gabah maupun setelah menjadi beras putih, bahkan pada masa lampau banyak petani yang melakukan sistem ijon yaitu menjual pohon padinya ketika belum waktu panen. Tentu saja harga yang terjadi sangat ditentukan oleh tengkulak dan sangat merugikan petani.
Tahap pengupasan pertama adalah padi pecah kulit, pad pecah kulit ini seluruh kulit ari beras masih menempel dan menyelubungi beras. Beras yang dalam konisisi seperti inilah yang sebenarnya beras yang sehat karena vitamin dan gizinnya masih lengkap terbawa. Namun penampilan dan mungkin juga sebagian orang kurang senang dengan rasanya maka modernisasi ternyata mempunyai andil untuk menurunkan derajat kesehatan pada makanan pada umumnya khususnya padi. Beras yang belum dilakukan proses penyosohan ini tidak laku di pasaran karena tampilannya tidak menarik, entah mengapa beras yang kaya vitamin, protein dan mineral ini justru tidak disukai orang
Beras putih seperti ini lebih disukai dibanding beras pecah kulit seperti di atas karena mulai dari pandangan mata sudah lebih cantik, sehingga membawa logika orang bahwa beras putih itu rasanya lebih enak. Selama ini sebenarnya disadari bahwa dengan memanjakan lidah ternyata ada yang dikorbankan kesehatan jangka panjangnya sehingga ketika seseorang ketika jatuh sakit sanggup membiayai sakitnya dengan harga yang amat mahal. Padahal jika kita merawat kesehatan sejak dini secara teratur dengan menata pola makan yang benar tentu badan akan menjadi sehat dalam jangka panjang pula. Salah satu cara adalah mengambil kembali kulit ari beras yang telanjur terbuang tadi untuk dikonsumsi secara terpisah secara rutin 30gr padi dan 30gr sore/malam dan jika ada obat dari dokter maka obat harus tetap diminum sesuai dosis yang dianjurkan.
Bekatul
mengandung karbohidrat, protein, mineral, lemak, vitamin B kompleks (B1, B2,
B3, B5, B6 dan B15) dan dietary fiber (serat pencernaan). Konsentrasi vitamin
B15 per 100 gram bahan: rice bran (beras) 200 mg dibuang sayang untuk itu mari kita hidup sehat dengan bekatul.
Semoga bermanfaat.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar