http://ricebran-center.blogspot.com
MITRA SEHAT ANDA SEPANJANG MASA
Seiring dengan meningkatkan kemakmuran masyarakat baik
di desa maupun di kota banyak orang yang mempunyai kebiasaan untuk cenderung makan
makanan yang enak-enak dan banyak mengandung lemak jenuh dan tidak
memperhatikan kesehatannya. Lemak yang bisa menyebabkan stroke yang terkonsumsi
tersebut bisa berasal dari hewan maupun tumbuhan.
Selain
faktor gaya hidup, bahwa stroke pada usia muda ini juga bisa disebabkan oleh
genetik. Kalau seorang ayah atau ibu sudah punya kecenderungan stroke, maka
stroke bisa lebih cepat muncul pada anak-anaknya. Untuk meminimalikan faktor
risiko genetik ini, maka orang yang berpotensi terserang stroke sebaiknya
segera diarahkan untuk menjalani pola hidup sehat dan saat ini sudah tersedia
bahwa bekatul (rice bran) sangat efektif untuk meninimalkan kolesterol.
"Stroke ini merupakan penyakit yang jelas polanya dan tiap orang sebenarnya mempunyai potensi terkena stroke. Untuk mengantisipasi risiko stroke caranya yaitu mengubah pola hidup, kurangi garam, hindari makanan berlemak, daging merah, perbanyak makan sayur, buah dan minum air putih serta mengkonsumsi bekatul (rice bran) setiap hari secara rutin dan tertib dalam waktu tak terbatas.
Penyakit stroke memang tidak terjadi dalam hitungan
hari tapi bisa mencapai hitungan puluhan tahun baru terdeteksi ketika seseorang
telah mengalami serangan akibat penyumbatan saluran pembuluh darah akibat
endapan yang terbentuk dari kadar kolesterol yang berlebihan.
Jumlah kolesterol dalam label gizi sebenarnya mengacu
pada diet kolesterol, dimana hanya ada satu hal dalam makanan yang bisa membuat
kadar kolesterol anda meningkat. Pada diet kolesterol, lemak jenuh yang ditemukan
dalam bekatul (rice bran) tentu sangat membantu upaya untuk mengantisipasi
terjadinya stroke.
Data yang dirilis oleh Yayasan
Stroke Indonesia sungguh membuat kita merinding dan miris. Dinyatakan
bahwa :
Kasus stroke
di Indonesia yang terdeteksi setelah tahun 2000 menunjukkan
kecenderungan terus meningkat dari tahun ke tahun.
Pada tahun
2004, beberapa penelitian di sejumlah rumah sakit menemukan pasien rawat inap
yang disebabkan stroke berjumlah 23.636 orang.
Tahun 2007
berhasil mendata kasus stroke di wilayah perkotaan di 33 provinsi dan 440
kabupaten. Riskesdas tahun 2007 ini berhasil mengumpulkan sebanyak 258.366
sampel rumah tangga perkotaan dan 987.205 sampel anggota rumah tangga untuk
pengukuran berbagai variabel kesehatan masyarakat. Hasilnya, stroke merupakan
pembunuh utama di antara penyakit-penyakit noninfeksi di kalangan penduduk
perkotaan.
Konferensi
Stroke Internasional yang diadakan di Wina, Austria, tahun 2008 pun mengungkap
terus meningkatnya kasus stroke di kawasan Asia akibat berubahnya gaya hidup
masyarakat.
BEKATUL-CENTER berpesan : konsumsilah bekatul (rice bran) karena sangat bermanfaat bagi kesehatan dan kebugaran tubuh manusia, dan kandungan gizi tingginya sangat layak dikonsumsi manusia karena mengandung protein, mineral, lemak tak jenuh (asam lemak esensial), Pytosterois, Polyphenois, Beta-Sitosterol, Co-Enzyme Q10, Omega 3 Fatty Acids, Omega 6 Fatty Acids, dan Oleic Acid, vitamin B kompleks (B1, B2, B3, B5, B6, dan B15/Vital Antioksidan), Vitamin E complex (Tocopherois, Tocotrienois, Gamma-Oryzanol, serat pencernaan (dietary fibres), serta nutrisi penting lain yang memiliki khasiat luar biasa.
Semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar