BEKATUL (RICE BRAN) YANG MENYEHATKAN

RICEBRAN-CENTER MITRA SEHAT ANDA SEPANJANGA MASA, MENYEDIAKAN BEKATUL KESEHATAN UNTUK SEMUA ORANG

Rabu, 13 Agustus 2014

MENGENAL BEKATUL


Bukan saat ini saja bekatul dibicarakan orang, tetapi ternyata kandungan vitamin B1 yang disebut juga Thiamin merupakan vitamin yang di teliti oleh dokter Eijkman, dia adalah seorang dokter militer Belanda yang bertugas di Jawa. Pada kala itu (akhir abad ke-19) Eijkman dalam penelitiannya menyimpulkan bahwa penyakit beri-beri bisa disembuhkan dengan pemberian bekatul beras.
Ide cemerlang dokter Eijkman itu dicobakan pada unggas  yang diberi pakan berupa beras yang telah dibersihkan bekatulnya dan dimasak menjadi nasi. Ditemukan hasil yang mengejutkan dari hasil penelitiannya itu, bahwa pemberian pakan kepada unggas berupa beras yang telah dibersihkan bekatulnya dan dimasak menjadi nasi itu menyebabkan kelumpuhan.
Untuk penyembuhan kelumpuhan unggas tersebut dilakukan dengan cara menghentikan pemberian pakan seperti yang tersebut di atas dan menggantinya dengan pakan berupa beras yang belum dibersihkan bekatulnya. Dikala itu juga masih banyak masyarakat di pulau Jawa yang terjangkit sakit beri-beri dan merekapun dianjurkan untuk memakan bekatul (dibuat jenang) dan penderita beri-beripun berangsunr sembuh.
Para peneliti selanjutnya termasuk di Amerika, Uni Soviet, Jepang dan lain-lain termasuk di Indonesia melakukan penelitian terhadap bekatul secara lebih intensif dan ditemukan kandungan vitamin banyak vitamin diantaranya : Thiamin/B1, riboflavin/B2, naisin/B3, asam pantetonat/B5, kobalamin/B12, asam pangamat/B15, protein, mineral, lemak, tokoferol/E dan lain-lain. Berawal dari penemuan inilah kemudian dilakukan percobaan terhadap berbagai  penyakit yang belum diketahui penyebabnya di Uni Soviet dan ternyata hasilnya mencengangkan.
Penyakit yang dapat dicegah dengan bekatul antara lain kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, gula darah tinggi (kencing manis), trigliseride tinggi, asma, gondok. Namun dalam perkembangannya vitamin-vitamin tersebut di atas lebih banyak dibuat secara sintetis daripada memanfaatkan bekatul secara langsung. Modernisasi ternyata lebih berperan daripada back to basic, karena modernisasi dinilai mengandung dan menundang gengsi yang lebih tinggi daripada back to basic.
Gamma-oryzanol adalah antioksidan kuat yang ditemukan dalam bekatul disamping juga omega-3 dan omega 6 yang masing-masing mempunyai fungsi untuk menyehatkan. Nah sudah sedemikian banyaknya hasil penelitian yang dilakukan pakar baik di luar negeri maupun di dalam negeri namun tampaknya pemahaman tentang kemanfaatan bekatul ini masih perlu terus disosialisasikan.
Dari sekian banyak hasil penelitian para ahli ternyata bekatul (rice bran) sangat bermanfaat bagi kesehatan dan kebugaran tubuh manusia, dan kandungan gizi tingginya sangat layak dikonsumsi manusia karena mengandung protein, mineral, lemak tak jenuh (asam lemak esensial), Pytosterois, Polyphenois, Beta-Sitosterol, Co-Enzyme Q10, Omega 3 Fatty Acids, Omega 6 Fatty Acids, dan Oleic Acid, vitamin B kompleks (B1, B2, B3, B5, B6, dan B15/Vital Antioksidan), Vitamin E complex (Tocopherois, Tocotrienois, Gamma-Oryzanol, serat pencernaan (dietary fibres), serta nutrisi penting lain yang memiliki khasiat luar biasa.

Dibandingkan dengan beberapa jenis tanaman lain, bekatul yang berasal dari tanaman padi yang kita makan sehari-hari memiliki kandungan vitamin B15 paling tinggi (zat gizi yang paling menonjol yang terkandung dalam bekatul) yang berguna sebagai penyempurna proses metabolisme di dalam tubuh kita. Vitamin ini menurut berbagai penelitian memiliki manfaat yang luar biasa bagi tubuh.
Semoga bermanfaat.

 

Tidak ada komentar: